Terima Pesanan Tembakau Gorilla dari Makassar, Dewa Aditia Ditangkap BNNP

Denpasar – Seorang pemuda di Bali bernama Dewa Nyoman Aditia (20) ditahan oleh Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Bali.

Ia ditangkap karena menerima pesanan tembakau gorila dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulawesi Selatan) yang dikirim melalui jasa ekspedisi.

“Kasus tembakau gorila dikirim melalui perusahaan jasa kurir dari Makassar. Pelakunya adalah seorang pemuda,” kata Kepala Divisi Pembukaan (Kabid Berantas) BNNP Bali Putu Agus Arjaya dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (27/7). /2). 4/2022).

Dewa Nyoman Aditia ditahan di area parkir J&T Express yang terletak di Jalan Tukad Pancoran, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Kamis (21/4/2022) pukul 11.30 WITA. Penangkapan dilakukan bersama Bea dan Cukai Denpasar.

Usai ditangkap, petugas kemudian memeriksa paket-paket yang dipegang pelaku.

Saat diperiksa, ditemukan dalam klip plastik berisi tanaman kering yang diduga narkoba jenis ganja sintetis seberat 15,02 gram bruto atau 14,35 gram neto yang dibungkus kain.

Selain menyita tembakau gorila, petugas juga mendapatkan ponsel iPhone berwarna hitam dari pelaku.

Pelaku dan barang bukti kemudian diamankan ke Kantor BNNP Bali untuk proses penyelidikan dan penyidikan.

“Penggemar tembakau gorila kebanyakan anak muda. Ini memiliki efek halusinogen yang sangat tinggi dan sangat berbahaya,” kata Arjaya.

Kini, pemuda itu dijerat Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kepala BNNP Bali Brigjen TNI Gde Sugianyar Dwi Putra juga menegaskan tembakau gorila berdampak sangat buruk. Karena barang terlarang tersebut adalah ganja sintetis yang sangat merusak sistem saraf.

“Tembakau gorila ini efeknya sangat buruk. Mungkin rekan kerja Anda pernah melihatnya berguling-guling di selokan dan sebagainya. Karena apa karena tembakau gorila ini ganja sintetis yang kami tidak tahu zat apa yang diberikan (atau) dimasukkan. dan sangat merusak sistem syaraf kita,” ujarnya.

Karena itu, ia menyarankan anak muda untuk tidak mencoba tembakau gorila. Karena barang ilegal sangat berbahaya bagi kesehatan.

Sugianyar mengatakan tren pemesanan tembakau gorila dilakukan melalui media sosial. Dalam beberapa kasus, pesanan tembakau gorila dilakukan dari Makassar.

Kemudian pelaku yang diungkap BNNP Bali dan Bea Cukai kali ini bernama Dewa Nyoman Aditia adalah seorang pegawai vape shop. Oleh karena itu, pihaknya akan memantau vape shop di Bali.

“Sekarang saya juga akan mengawasi beberapa vape shop, apakah ada tanda-tanda penyalahgunaan izin dan sebagainya dengan menjual tembakau gorila,” ujarnya.

Selain memantau toko vape, Sugianyar juga akan melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan pengecekan menggunakan anjing pelacak K9 di perusahaan pelayaran.

“Upaya pencegahannya melalui K9 seperti yang kita lakukan dalam pelayanan pengiriman. K9 kita (BNNP Bali) dengan K9 dari Bea dan Cukai. Kemudian kita juga melakukan pelatihan dengan K9 Polda, kita akan rutin melakukan pemeriksaan preventif,” jelas Sugianyar.

“Kami juga memiliki mobile X-ray yang akan kami masukkan ke dalam delivery service sehingga monitoring bisa dilakukan kapan saja,” ujarnya.

Menonton video “3 Pemuda Makassar Ditangkap, Terlibat Jaringan Pengedar Tembakau Gorilla
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)

Source link