Teknologi Budidaya Pertanian di Lahan Sempit

Urban farming, solusi bertani di lahan sempit

0

Setiap tahun pasti terjadi peningkatan jumlah penduduk yang memicu lahan sempit. Tidak hanya itu, masyarakat desa juga banyak yang berpindah dari desa ke kota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Hal itu mengakibatkan terjadinya alih fungsi lahan, dimana lahan pertanian dialihkan menjadi gedung dan bangunan, sehingga pertanian pun menjadi korbannya. Dengan menurunnya ketersediaan lahan pertanian, otomatis akan menurunkan kegiatan pertanian dan secara tidak langsung ketersediaan pangan pun menurun. Persoalan itu mengakibatkan masyarakat kota memiliki ketergantungan kepada wilayah pedesaan dalam hal penyediaan hasil pertanian seperti pangan, buah-buahan, hingga tanaman hias.

Seiring berjalannya waktu, terjadi kemajuan teknologi yang menyebabkan kemajuan pula dalam teknologi pertanian. Bahkan saat ini praktik pertanian tidak harus memiliki  lahan yang luas loh. Bisa juga dilakukan di lahan perkotaan yang sempit. Praktik ini disebut juga Urban Farming atau Pertanian Perkotaan. Urban farming adalah solusi atau alternatif untuk melakukan kegiatan pertanian dan menyediakan sumber pangan walaupun di lahan sempit. Pada awalnya, urban farming memang dimulai dari kegiatan mandiri, namun saat ini sudah bisa dilakukan bersama-sama. Jadi, apasaja ya sobat yang bisa dilakukan untuk melaksanakan urban farming?

Terdapat dua jenis urban farming, yaitu lahan privat dan lahan bersama. Urban farming lahan privat memanfaatkan lahan di sekitar rumahnya sendiri. Bisa di halaman rumah, pekarangan, di atap atau roof garden, dan bahkan bisa dilakukan di dalam ruangan rumah. Dalam hal ini, praktik yang biasa dilakukan adalah seperti :

1. Vertikal Garden

Vertikal garden adalah taman vertikal atau greenwall dimana penanaman dilakukan di kantong-kantong tanam atau wall planter yang ditempelkan di dinding. Vertikal garden ini sudah banyak sekali dipakai di rumah-rumah, toko, tempat wisata, dan sebagainya.

2. Vertikultur di Lahan Sempit

Hampir sama dengan vertikal garden, vertikultur adalah teknologi penanaman di lahan sempit yang dilakukan secara bertingkat. Selain memanfaatkan pot bertingkat, vertikultur bisa juga memanfaatkan pipa paralon, bambu, dan bahkan barang bekas seperti botol plastik.

3. Hidroponik

Hidroponik, yaitu teknik budidaya tanpa menggunakan tanah, dan memanfaatkan air serta nutrisi untuk menunjang pertumbuhannya, sehingga bisa organik dan bebas pestisida. Teknik ini biasanya dilakukan untuk tanaman sayuran.

Sedangkan lahan bersama adalah sebuah kawasan yang dikelola bersama dengan tujuan selain penyediaan pangan, juga mengedepankan proses proses ekologis seperti pengendali pencemaran udara, pengendali tata air, dan sebagainya. Lahan bersama ini biasanya dijalankan dengan konsep ruang terbuka hijau yang dikelola masyarakat dan pemerintah. Beberapa contohnya adalah taman-taman kota seperti taman flora, taman lansia, taman pelangi, dan sebagainya.

Ternyata banyak sekali cara untuk bercocok tanam. Sangat menarik untuk dicoba. Karena selain bisa menghasilkan hasil pangan, praktik-praktik tersebut juga bisa menambah keindahan rumah dan bahkan lingkungan. Jadi tidak ada alasan lagi untuk berbudidaya tanaman. Selamat menanam!

Untuk tau tentang teknologi-teknologi saat ini, baca artikel kita lainnya ya sobat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.