J&T  

Pekerja Socah JNT diretas – PETISI.CO

BANGKALAN, PETISI.COSalah satu pekerja ekspedisi, JNT, diduga menjadi korban kekerasan pada Senin (10/4/2021) pagi. Korban ditemukan tergeletak di tengah Jalan Raya Klobungan, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.

Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino SIK saat dikonfirmasi mengatakan, dari hasil otopsi di rumah sakit tersebut memang terdapat luka berat, akibat kekerasan menggunakan benda tajam, dan hal ini akan diperdalam terlebih dahulu.

TKP korban berada di Jalan Raya Klobungan, Kampung Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan

“Anggota turun ke lapangan, kita masuk lebih dalam, kita profil dulu siapa korbannya, kesehariannya seperti apa dan bagaimana hubungan sosialnya dengan masyarakat setiap hari,” kata Kapolres yang biasa disapa. Alit.

Alith menyatakan tidak ada yang hilang. “Untuk informasi saat ini, sejauh yang kami bisa, tidak ada satu pun barang milik korban yang hilang. Perkembangan selanjutnya atau informasi lebih lanjut akan kami informasikan kembali. Untuk lukanya, kami belum tahu apakah itu luka tusuk atau apa. Namun ada luka yang diduga akibat kekerasan di bagian kepala,” pungkasnya.

Korban berinisial IS (22) sudah bekerja di JNT sejak setahun lalu dan merupakan warga Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.

Hal itu diungkapkan paman dari istri korban, Tosin. Kepada media yang datang, kata Tosin, awalnya ia meninggalkan rumahnya menuju Pasar Senenan. Kemudian mereka diberitahu oleh orang yang menjual arit bahwa di sebelah Klobungan, seseorang meninggal seperti ditikam. Awalnya saya mengabaikannya, mengira orang (korban) itu bukan dari sini. Ternyata istri Tosin yang memanggil suaminya E (inisial istri korban, Red) membacok orang di sebelahnya, Klobungan.

“Akhirnya saya ke sana, langsung ke TKP. Ternyata sudah di tengah jalan, lalu di sisi barat jalan, banyak sepeda yang lewat. Akhirnya saya putuskan polisi harus segera dibawa ke rumah sakit,” kata Tosin.

Sebelum kejadian, korban berangkat dari sini (rumah) pukul 03.00 menuju JNT. Dia bilang dia ingin berkemas untuk pengiriman keesokan harinya. Jadi pas pulang jam 5 dari JNT, pengen balik kesana lagi. “Ternyata dari utara ada orang asing yang menangkapnya, maksudnya mobil,” tambah Tosin.

Sekembalinya ke rumah untuk membawanya ke rumah sakit, Tosin mengaku menemui salah satu saksi atas kejadian yang menimpa korban. Ketika saya keluar dari rumah sakit, saya bertemu orang-orang yang jatuh.

“Rupanya (menurut saksi) dari arah utara melihat sepeda motor dirampas dari mobil. Akhirnya jatuh (korban). Yang dari selatan ke utara (saksi) jatuh karena shock gitu. Jadi, saya minta KTP-nya dan saya foto bersama teman saya,” jelasnya.

Menurut Tosin, setiap hari korban ISIS bekerja di JNT. “Saya sudah bekerja di JNT lebih dari 1 tahun. Korban adalah pekerja keras setiap hari, jadi ketika pulang kerja, paling tidak hanya bermain bola voli, bekerja lagi, juga setiap hari,” tambahnya.

Tosin berharap polisi bisa menangkap pelaku secepatnya. Begitu pula dengan istrinya yang baru saja melahirkan hanya diberi waktu 7 hari. “Korban adalah tulang punggung keluarga di sini,” harapnya.

Terakhir, kata Tosin, semua barang milik korban masih ada kecuali handphone korban yang sampai saat ini hilang. “Semua punya. Hanya HP yang hilang. Sebelumnya dia masih aktif dan sekarang handphone-nya mati,” pungkasnya. (san)



Source link