Langkah IDI Setelah PDSI Dideklarasikan

Merdeka.com – Merdeka.com – Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI) akan menempuh jalur hukum jika keberadaan Persatuan Dokter Indonesia (PDSI) memiliki kelemahan hukum yang kuat.

“(IDI mengambil tindakan hukum) jika ada celah hukum yang kuat,” kata Ketua Dewan Pertimbangan IDI, Prof Dr Ilham Oetama Marsis kepada merdeka.com, Rabu (27/4).

Prof Marsis mengatakan, saat ini IDI sedang mengamati perilaku PDSI terlebih dahulu.

“Kita lihat dulu pola perilakunya,” katanya.

Pemikiran Konservatif PDSI

Sebelumnya, Prof Marsis menilai PDSI merupakan kelompok pemerhati kesehatan yang berpikiran konservatif. Pernyataan ini sebagai tanggapan atas pernyataan diri PDSI.

“Kelompok ini adalah kelompok pemerhati kesehatan dan pemikiran konservatif yang menentang perubahan masa depan pendidikan kedokteran di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Prof Marsis, sekelompok orang boleh saja membentuk organisasi dan mendapatkan SK dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia meski tugas dan fungsinya tidak jelas.

“Berbeda dengan IDI yang terlampir dalam UU Praktik Kedokteran 2004 dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK),” imbuhnya.

Prof Marsis mengingatkan PDSI tentang UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan (UU Tenaga Kesehatan). Undang-undang tersebut menegaskan bahwa setiap jenis tenaga kesehatan hanya dapat membentuk satu organisasi profesi.

Organisasi Dokter Tunggal IDI di RI

Ketua Terpilih PB IDI, Slamet Budiarto mengatakan, PDSI berhak menuntut untuk mendapatkan SK Kemenkumham. Namun, dia mengingat kembali putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan IDI sebagai satu-satunya organisasi profesi hukum di Indonesia.

“UU Praktik Kedokteran dan MK sudah dua kali mengesahkan IDI sebagai organisasi,” ujarnya kepada merdeka.com, Rabu (27/4).

Mantan Dewan Pakar PB IDI itu menjelaskan alasan organisasi profesi kedokteran harus lajang. Diantaranya karena pekerjaan dokter menyangkut nyawa manusia. Jika ada lebih dari satu organisasi profesional medis, itu sangat berbahaya dan merugikan masyarakat.

Ia juga mencontohkan asosiasi medis di setiap negara di dunia. Tidak ada negara di dunia yang memiliki lebih dari satu asosiasi medis.

IDI Menyinggung Sakit Hati

Dokter Slamet juga mengungkapkan perkembangan IDI. Organisasi yang didirikan pada 24 Oktober 1950 ini telah menjadi anggota asosiasi medis Asean, Asia Pasifik, bahkan dunia.

Dia mengatakan, pembentukan organisasi tandingan IDI dengan alasan yang menyakitkan dan tidak masuk akal berpotensi merugikan masyarakat. Ia mengajak manajemen PDSI untuk berdiskusi dalam suasana peer-to-peer.

“Tetapi jika tidak ingin diskusi sejawat dan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok untuk mendirikan organisasi tandingan, maka silakan tinggalkan IDI. IDI adalah aset negara dan bangsa Indonesia, maka keberadaannya harus dipertahankan. ,” dia menambahkan.

PDSI mendeklarasikan diri

PDSI mendeklarasikan diri hari ini, 27 April 2022. Ketua Umum PDSI Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyanto mengatakan PDSI dibentuk untuk memenuhi hak warga negara Indonesia untuk bersatu dan berkumpul yang dijamin oleh Pasal 28 UUD 1945 sebagai konstitusi tertinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Hak kami sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Hukum dan HAM di atas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (27/4).

Jajang mengungkapkan visi dan misi PDSI. Visinya adalah menjadi pelopor reformasi kedokteran Indonesia yang menjunjung tinggi kehormatan, dan berwawasan Indonesia kepada dunia dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, ada tiga misi. Pertama, melindungi dokter dengan bersinergi dengan warga dan pemerintah dengan membentuk organisasi profesi. Kedua, meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia dan kesejahteraan anggota. Terakhir, mendorong inovasi di bidang kesehatan dengan perspektif Indonesia untuk dunia.

“Oleh karena itu, PDSI berpegang pada cita-cita luhur para pendahulunya di bidang ilmu kedokteran dengan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, kesopanan, dan selalu mengantisipasi kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran,” jelasnya.

Jajang berharap PDSI dapat berkontribusi pada dunia kesehatan dan kedokteran. Ia juga meminta dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat Indonesia yang menjadi tujuan utama dari panggilan profesi ini.

“Karena kita juga orang Indonesia, maka PDSI dari, oleh, dan untuk rakyat,” imbuhnya.

Jajang memastikan bahwa sebagai bagian dari rakyat Indonesia, PDSI berkomitmen penuh untuk menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berpegang pada sila tunggal Pancasila, dan tunduk pada UUD 1945 sebagai konstitusi tertinggi, menjunjung tinggi persamaan dengan Indonesia. perspektif untuk dunia.

Ia mengatakan akan senang menerima masukan yang membangun dari berbagai pihak. Karena profesi kedokteran bertujuan untuk memajukan derajat kesehatan masyarakat itu sendiri, bukan hanya urusan dokter.

“Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk selalu bekerja sama dengan legislatif sebagai wakil rakyat, pemerintah sebagai pihak yang melaksanakan keinginan rakyat, dan lembaga peradilan yang juga menjamin keadilan bagi kami dan masyarakat,” ujarnya.

Jajang juga memastikan PDSI menjunjung tinggi kewenangan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) sebagai wakil negara dalam menyelenggarakan sertifikasi, pendidikan kedokteran berkelanjutan, serta hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan. Dia mengatakan sudah saatnya asosiasi medis hanya fokus pada perlindungan hukum dan kesejahteraan, biasanya asosiasi medis di negara maju lainnya.

Ini juga saatnya bagi asosiasi medis untuk bekerja secara proporsional dengan pemerintah dan masyarakat. PDSI, lanjut Jajang, terlibat dalam mendukung reformasi kesehatan Indonesia dan mendukung program kesehatan Indonesia melalui kebijakan Kementerian Kesehatan.

“Mari kita sambut dunia baru kedokteran Indonesia yang lebih maju, bermartabat, adil, dan hanya terfokus pada memajukan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Jajang merupakan mantan Staf Khusus Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Ia juga tercatat sebagai anggota tim uji klinis Vaksin Nusantara. [fik]

Source link