J&T  

Kurir J&T Dibuang Sepihak, Manajemen dan Karyawan Nego, Begini Hasilnya

ERA.id – Polemik antara perusahaan pelayaran JnT dengan kurir sepertinya masih samar. Meski demikian, manajemen dianggap telah setuju untuk menyederhanakan kebijakan perusahaan yang dinilai merugikan pihak kurir.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Banten, Dedi Sudrajat mengatakan, polemik ini merupakan kesalahpahaman antara JnT dan karyawannya. Pihaknya juga telah berkonsultasi dengan manajemen untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Semuanya berjalan dengan baik dan kami memiliki beberapa poin kesepakatan yang akan kami implementasikan dalam waktu dekat,” katanya di Kawasan Pendidikan Cikokol, Kamis (11/11/2021).

Diketahui, klaim kurir ini untuk menghilangkan sistem kerja sama dengan pihak ketiga atau outsourcing atau vendor. Pasalnya, jika JnT menyerahkannya ke perusahaan kurir outsourcing, mereka hanya dibayar Rp 85 ribu sehari, meski bekerja.

Jika mereka tidak bekerja, mereka tidak dibayar. Kemudian, menurut kurir, mereka juga tidak akan mendapatkan tunjangan cuti (THR).

Tampaknya masalah ini masih belum terselesaikan. Pasalnya, menurut Dedi, merupakan strategi bisnis perusahaan. Ia juga akan kembali mengomunikasikan mengenai sistem outsourcing.

“Memang strategi bisnis dengan adanya serikat pekerja, apapun kebijakan yang akan dilakukan perusahaan, akan dikomunikasikan dengan kita sehingga visi dan misi akan bersinergi dengan serikat pekerja,” jelasnya.

Dedi juga tidak yakin dengan penghapusan outsourcing ini. “Nanti kita komunikasikan lagi, karena ini terkait dengan strategi bisnis perusahaan,” ujarnya.

Soal gaji, Dedi mengaku sudah menyepakati gaji karyawan sesuai aturan yang ditetapkan. “Setuju bahwa perusahaan akan menyediakannya dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Diketahui, kurir ini hanya mendapat gaji Rp 3 juta sebulan. Namun, perusahaan melaporkan gaji BPJS Pekerjaan sebesar Rp 4,2 juta. Dedi mengaku tidak mengetahuinya. Hal ini diperparah dengan tunjangan transportasi yang tidak mereka dapatkan dari perusahaan.

“Nanti kita cek lagi,” katanya.

Sebelumnya, ratusan kurir JnT juga mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Mereka dipecat usai menggelar aksi unjuk rasa di kantor cabang JnT Banten di Ruko TangCity Mall Tangerang City, Kamis (4/11/2021).

Namun, JnT kembali mencabut keputusan tersebut. Kurir yang sebelumnya menerima PHK secara sepihak akan kembali bekerja pada Senin (15/11/2021).

“128 pekerja diberhentikan secara sepihak, alhamdulillah setelah kita komunikasikan dengan baik, alhamdulillah 128 pekerja bisa bekerja seperti biasa,” kata Dedi.

Tag: Kurir Demonstrasi J&T jnt



Source link