Komersial Grand Taruma Menjadi Lokasi Baru Kantor Cabang JNE Express Di Karawang

CONTOH. Pesatnya pertumbuhan industri logistik di masa pandemi menjadi peluang bagi Grand Taruma Commercial dan JNE Karawang untuk bersinergi melalui pembukaan kantor cabang JNE di kawasan Grand Taruma Commercial sebagai cabang terbesar di Karawang, Jawa Barat.

KONTAN.CO.ID – Pesatnya pertumbuhan industri logistik di masa pandemi dijadikan peluang oleh Grand Taruma Commercial dan JNE Karawang. Kerjasama kedua perusahaan tersebut melalui pembukaan kantor cabang JNE di kawasan Komersial Grand Taruma sebagai cabang terbesar di Karawang, Jawa Barat. Kolaborasi strategis ini merupakan bagian dari komitmen kedua belah pihak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat produktif di Karawang.

Chief Executive Officer Grand Taruma Franky M. Martono menjelaskan, kerjasama antara Grand Taruma Commercial dan JNE telah dilakukan sejak Januari 2022 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku industri di Karawang dalam melakukan pengiriman barang. Kerjasama ini, terang Franky, merupakan bentuk dukungan terhadap Grand Taruma Commercial sebagai bagian dari Agung Podomoro yang merupakan pengembang properti terkemuka, terintegrasi dan terpercaya di tanah air yang berperan sebagai promotor pemulihan ekonomi pascapandemi.

“Kami sangat bersyukur kerjasama strategis antara Grand Taruma Commercial dan JNE dapat terlaksana di tengah situasi yang dinamis dan penuh tantangan. Kedua belah pihak memiliki komitmen yang sama untuk terus bergerak dan berkontribusi guna memberikan nilai lebih kepada masyarakat luas. Kami yakin kerjasama ini akan memudahkan masyarakat Karawang untuk memenuhi kebutuhan pengiriman barangnya di saat pergerakan orang terbatas akibat wabah tersebut,” ujar Franky.

Franky berharap kerja sama Grand Taruma Commercial dengan JNE sejalan dengan pemulihan ekonomi khususnya di kawasan Karawang. “Kami berharap kerja sama ini akan berdampak positif bagi pemulihan ekonomi melalui sektor real estate dan logistik,” ujarnya.

Sementara itu, Komersial Grand Taruma diproyeksikan sebagai pusat ekonomi dan bisnis di Karawang karena lokasinya yang sangat strategis di jantung kota dan terletak di Jalan Protocol Karawang. Komersial Grand Taruma juga berada di kawasan yang sangat strategis dengan akses yang terjangkau yaitu hanya 2 menit dari Stasiun Karawang, 5 menit dari Exit Tol Karawang menuju Kawasan Industri Karawang, dan hanya perlu 10 menit menuju lokasi Jakarta. – Kereta Kecepatan Tinggi Bandung direncanakan.

Franky menuturkan, Grand Taruma Commercial juga menawarkan nilai tambah berupa captive market tertentu dari kompleks hunian premium, serta kawasan komersial eksisting Grand Taruma Karawang. Grand Taruma Commercial hadir sebagai ruko bertema pertama di Karawang yang ditawarkan dalam dua tipe yaitu Boulevard ukuran 5/12, dan bukan Boulevard 5/10. Komersial Grand Taruma juga diproyeksikan menjadi pusat kuliner yang strategis dan nyaman karena dirancang dengan konsep pejalan kaki dan lampu hias bertema untuk menjadi ikon baru di Kota Karawang.

“Grand Taruma Commercial dihadirkan sebagai proyek pengembangan kawasan Grand Taruma Karawang yang merupakan bagian dari kompleks hunian premium dan kawasan komersial dengan tingkat hunian 100% atau sekitar 1.500 unit. Inilah nilai tambah yang kami tawarkan berupa kepastian captive market kepada pembeli unit Komersial Grand Taruma,” lanjut Franky.

Kepala Cabang JNE Karawang Andre Nurdjianto mengatakan, “Selain dekat dengan akses gerbang tol, Komersial Grand Taruma juga memiliki lokasi yang strategis karena dekat dengan jalur distribusi dan target pasar kami.”

“Pemilihan lokasi dan bekerja sama dengan perusahaan terpercaya seperti Kumpulan Agung Podomoro, juga merupakan salah satu strategi JNE untuk dapat bersama-sama membangun perekonomian Indonesia. Semoga kehadiran JNE di Grand Taruma Commercial semakin mendukung pergerakan ekonomi di kawasan ini sehingga lokasi ini dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi unggulan di Karawang,” ujar Andre.

Andre menjelaskan, industri logistik merupakan salah satu industri yang justru tumbuh di masa pandemi, terutama di segmen end-to-end delivery atau pengiriman ke konsumen (end service). Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) bahkan mencatat pertumbuhan di segmen ini mencapai 40% selama pandemi.

“Tingkat pertumbuhan di segmen last mile delivery menunjukkan tingginya frekuensi pengiriman barang di tingkat konsumen dan membuktikan bahwa daya beli masyarakat mulai pulih. Pemulihan konsumsi masyarakat diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi negara pasca pandemi, oleh karena itu JNE terus berinovasi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.” ujarnya.

Lihat Berita dan Artikel lainnya di Google Berita

Source link