Kiat untuk menjaga keamanan data pribadi bagi pengguna dan platform digital

Deputy Secretary General IV & Head of Personal Data Protection Task Force at Indonesian Fintech Association (AFTECH), serta CEO dan Co-Founder VIDA Sati Rasuanto berbagi beberapa tips dalam menjaga keamanan data pribadi bagi pengguna dan platform digital.

“Langkah pertama adalah melindungi platform digital dari penipuan dunia maya adalah bagaimana kami membangun proses verifikasi memercayai awalnya sebagai pintu gerbang,” kata Sati, dikutip dalam keterangan pers, Kamis.

Baca juga: Pakar: Pengingat hadiah peretasan YouTube untuk memperkuat keamanan akun media sosial

Bagi konsumen, Sati menekankan pentingnya tidak mudah membagikan data pribadi dengan pihak luar, seperti KTP, selfie dengan KTP, foto paspor, foto. hanya di, nomor rekening, nomor kartu kredit, terutama nama ibu kandung, termasuk salinan berbagai dokumen.

“Sebenarnya mudah untuk diingat. Kemudian tentunya jangan memberikan kode OTP dan jangan hanya mengklik link yang menjanjikan hadiah juga, biasanya kalau on lineitu selalu bohong,” kata Sati.

Sebuah studi dari Digital Frontier menunjukkan bahwa lebih dari 78 persen konsumen di Asia Tenggara mendefinisikan diri mereka sebagai penjelajah digital, di mana mereka selalu ingin mencoba layanan baru yang merupakan pengalaman digital.

Di sisi lain, kerugian dari penipuan untuk transaksi on line di Asia Tenggara pada tahun 2019 mencapai 260 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,6 triliun, dan 71 persen berasal dari penipuan identitas.

Baca juga: Indonesia Hadapi 11 Juta Serangan Siber di Kuartal I 2022

Sati mengatakan, itu untuk mendesak adanya proses verifikasi identitas online atau Kenali Pelanggan Anda Secara Elektronik (e-KYC). Apalagi di era digital ini, tidak semua orang bisa menyempatkan diri untuk hadir secara fisik di kantor cabang dan menunggu lama.

Secara umum, proses identifikasi tradisional menggunakan email, nomor telepon atau email nama belakang dan kata sandi. Namun, identitas ini dapat menimbulkan masalah karena tidak unik.

Untuk itu, VIDA melakukan verifikasi identitas berdasarkan identitas yang dikeluarkan pemerintah, dalam hal ini e-KTP sebagai dasar verifikasi yang kokoh untuk memastikan izin dari pemilik data.

“Selanjutnya, proses verifikasi umumnya sekarang melalui proses selfie atau kartu identitas berfoto, atau selfie kartu identitas yang sama. Yang membedakan, VIDA menggunakan teknologisaya deteksi keaktifan Dimana teknologi memastikan yang diverifikasi adalah saya, bukan orang yang memegang foto saya atau memakai topeng saya dll,” jelas Sati.

Baca juga: Keamanan siber adalah pilar penting keberhasilan transformasi digital

Sati menambahkan, dalam menciptakan kepercayaan dalam proses otentikasi, terdapat standar untuk proses keamanan data sehingga semua proses harus berjalan sesuai standar dan peraturan yang ada, bahkan lebih dari itu.

Ketika seluruh proses dipercaya dan dilengkapi dengan enkripsi ujung ke ujung, maka ini meyakinkan siapa saja yang memasuki platform.

Menurut UU ITE, tanda tangan elektronik bersertifikat (TTE) memiliki kekuatan pembuktian yang lebih tinggi menurut hukum Indonesia, dan hanya dapat diberikan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrEs) yang terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika seperti VIDA.

Kepercayaan digital juga semakin fundamental bagi perkembangan ekonomi digital, di mana semakin banyak orang percaya, semakin banyak orang akan melakukan transaksi yang lebih besar.

Maka, kerjasama semua pihak seperti swasta, PSRE, bahkan pemerintah dalam membangun ekosistem sangat dibutuhkan, mengingat jika kepercayaan terganggu, kemajuan ekonomi digital Indonesia bisa terhambat.

“Semakin kita bekerja sama dengan mitra dan bisnis lain untuk dapat menghadapi tantangan tersebut bersama-sama dan tidak sendirian, manfaat berkolaborasi dapat berlipat ganda,” kata Sati.

Baca juga: Tips untuk membuat akun Telegram yang aman

Baca juga: Mastercard dan Kominfo berkolaborasi dalam “pelatihan keamanan siber”

Baca juga: Tinjauan: Isu keamanan siber menjadi agenda utama organisasi di ASEAN

Source link