Karena Barang Bukti Narkoba Harus Dimusnahkan

Denpasar, IDN Times – Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali (BNNP) memusnahkan 1,4 kilogram barang bukti narkotika golongan I, Rabu (27/4/2022).

Kepala BNNP Bali Brigjen TNI Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan, pemusnahan barang bukti tindak pidana narkotika merupakan bentuk perlawanan. perang melawan narkoba, mewujudkan Bali bebas narkoba.

Baca Juga: Mengapa Tidak Semua Pengguna Narkoba Dipenjara? Ini Penjelasan BNN Bali

1. Barang bukti yang akan dimusnahkan sudah ditentukan oleh jaksa

Mengapa barang bukti narkotika harus dimusnahkan?  Ini sebabnyaPemusnahan barang bukti di BNNP Bali. (Dok. IDN Times/BNNP Bali)

Brigjen Pol Gde Sugianyar mengatakan penanganan barang bukti tindak pidana narkotika dilakukan secara pemberantasan. mengapa? Untuk mencegah dan mengurangi risiko kemungkinan penipuan atau penyalahgunaan bukti.

Pemusnahan barang bukti sebelumnya harus mendapat persetujuan penetapan dan pemusnahannya disaksikan oleh saksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Metode pemusnahan mengacu pada penghilangan barang/material secara fungsional. Misalnya dengan dibakar berarti tidak bisa lagi menggunakan fungsi bahan tersebut.

“Pemusnahan narkotika jenis sitaan merupakan rangkaian tindakan penyidik ​​untuk memusnahkan barang sitaan yang pelaksanaannya dilakukan setelah adanya penetapan dari Kejaksaan Negeri setempat untuk dimusnahkan dan disaksikan oleh kantor perwakilan,” ujarnya. dikatakan.

2. Ada lima tersangka dengan beberapa barang bukti yang dimusnahkan

Mengapa barang bukti narkotika harus dimusnahkan?  Ini sebabnyaPemusnahan barang bukti di BNNP Bali. (Dok. IDN Times/BNNP Bali)

Total barang bukti yang dimusnahkan dari 3 tersangka tersebut terdiri dari 1.356,37 gram kristal sabu, dan 131 gram Methylenedioxymentamphetamine (MDMA) atau 29,14 gram. Rincian barang bukti yang dimusnahkan adalah milik tersangka Jeremi, Fuguh, dan Nursudin.

Tersangka Jeremie berasal dari jaringan Surabaya-Bali. Ia ditangkap di area parkir sebuah rumah kos, Desa Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Selasa (5/4/2022), pukul 23.00 WITA. Saat itu barang bukti (BB) Narkotika yang disita sebanyak 1.000,12 gram neto dan dimusnahkan 991,71 gram net.

Sementara itu, tersangka Fuguh Tri Prasetyo ditangkap di pinggir jalan, di depan sebuah rumah kos di Jalan Gatot Subroto, Desa Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Jumat (8/4/2022), pukul 19.00 WITA. Narkotika yang disita saat itu berupa Methamphetamine (shabu) 239,88 gram neto dan MDMA 29,8 gram net, 134 butir.

Tersangka ketiga, Nursudin, ditangkap di Jalan Jayagiri XII, Dusun Jayagiri, Desa Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, pada Jumat (8/4/2022), pukul 20.45 WITA. Dalam penangkapan itu, 134,83 ​​gram narkotika disita dan 131,2 gram dimusnahkan.

Dua tersangka lainnya adalah Dewa Nyoman Aditia dan Hadi Sukawijaya alias Mang Adi. Aditya diamankan di area parkir J&T EXPRES, Jalan Tukad Pancoran, Kecamatan Denpasar Selatan, Kamis (21/4/2022), pukul 11.30 WITA. Sedangkan Mang Adi berada di ruang tamu Lapas Klas II A Kerobokan, Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara pada Jumat (8/2/2022), pukul 15.00 WITA. Jumlah BB yang disita dari keduanya adalah 14,35 gram net dan 7,99 gram net, sehingga tidak dimusnahkan.

3. Sejumlah kecil bukti tidak dihancurkan

Mengapa barang bukti narkotika harus dimusnahkan?  Ini sebabnyaPemusnahan barang bukti di BNNP Bali. (Dok. IDN Times/BNNP Bali)

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali, I Putu Agus Arjaya menegaskan, dasar pemusnahan barang bukti adalah Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 91 Ayat 2. Tahun 2013 tentang Pengelolaan Barang Bukti Dalam Narkotika Nasional. Badan Pasal 8 Ayat 4, serta Surat Penetapan Status Narkotika Barang Sitaan dari Kepala Kejaksaan Negeri setempat.

“Tujuan pemusnahan BB adalah sebagai bentuk pengendalian risiko yang mungkin terjadi seperti kerugian, kerusakan, atau risiko penipuan. Sebelum dimusnahkan harus ditetapkan statusnya sebagai BB yang dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri setempat dan pemusnahan BB disaksikan oleh para saksi termasuk Jaksa Penuntut Umum untuk kasus tersebut,” jelasnya.

Bukti pemusnahan narkotika cukup banyak, sehingga risiko penyalahgunaan dapat dihindarkan. Adapun ukuran, tidak ada batasan aturan. Namun, pejabat akan mengukur risikonya.

“Kami tidak akan memusnahkan kasus narkoba dengan bobot yang sedikit. Tapi nanti akan kami kirimkan ke Kejaksaan di level 2,” jelasnya.



Source link