J&T  

Jerit histeria, kurir paket ini duduk letih melihat motornya sold out

MADIUN, KOMPAS.com – Seorang pria di Ponorogo yang bekerja sebagai kurir sebuah perusahaan ekspedisi duduk terpincang-pincang di dekat sepeda motornya yang sudah habis terjual.

Sesekali pria itu juga berteriak histeris melihat api masih membara di atas rongsokan sepeda motornya.

Peristiwa pembakaran sepeda motor kurir terekam dalam video berdurasi 19 detik.

Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video dan tersebar di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @smart.gram, Senin (9/8/2021).

Baca Juga: Mau Kirim Paket, Motor Kurir Ini Habis Dibakar

Bekerja di antara paket

Kapolres Bungkal AKP Joko Suseno menjelaskan, kurir tersebut bernama Rahmat Tri Ardana.

Saat kejadian, Minggu (8/8/2021), Rahmat sedang menjalankan tugasnya mengantar paket.

Namun, sesampainya di jalan di Kampung Pelem, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, Jawa Timur, Rahmat baru sadar telah terjadi kebakaran pada sepeda motor Jupiter MX yang dikendarainya.

Api baru diketahui setelah pengemudi lain mengingatkan Rahmat bahwa ada bagian dari paket yang terbakar.

“Korban mau kirim paket layanan dari Kantor JNT Jetis ke Kecamatan Ngrayun. Setibanya di TKP, pengguna jalan lainnya menegur boks yang terpasang di sepeda motor korban,” kata Joko saat dihubungi. Kompas.comSelasa (10/8/2021).

Baca juga: Penyandang Disabilitas di Kota Madiun Dapat Uang Tunai Pasca Vaksinasi Covid-19

ilustrasi apiShutterstock ilustrasi api

Histeria, warga dibantu menyelamatkan parsel

Sang kurir kemudian duduk lesu dan berteriak histeris mengetahui api telah menghanguskan sepeda motornya.

Dibantu warga, Rahmat langsung memadamkan api dan mengamankan barang-barang milik pelanggan.

Diduga api berasal dari bagian kotak yang terbuat dari terpal dan menempel di atasnya

Rahmat diperkirakan mengalami kerugian materil sekitar Rp 10 juta karena sepeda motornya terbakar.

(KOMPAS.COM/ Penulis: Kontributor Solo, Muhlis Al Alawi | Editor: Dheri Agriesta)

Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terbaru setiap hari dari Kompas.com. Ayo gabung di grup Telegram “Pembaruan Berita Kompas.com”, klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu gabung. Anda harus terlebih dahulu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Source link