Anggota DPR Apresiasi Deklarasi PDSI Penghapusan Monopoli Organisasi Kesehatan oleh IDI

Merdeka.com – Merdeka.com – Anggota Komisi IX DPR Luqman Hakim mendukung pencanangan Persatuan Dokter Indonesia (PDSI). Sehingga menghilangkan monopoli organisasi kedokteran oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Dengan banyaknya organisasi profesi medis dan tenaga kesehatan lainnya, tidak ada lagi ‘monopoli’ organisasi dokter oleh satu organisasi saja. Monopoli itu hanya bisa dilakukan oleh Tuhan,” kata Luqman kepada wartawan, Rabu (27/27/2020). 4). .

Dengan adanya PDSI, diharapkan perijinan dokter tidak lagi dimonopoli oleh IDI saja. Luqman menyerukan perbaikan regulasi untuk mengatur proposal izin praktik kedokteran.

“Dengan dibentuknya PDSI, dan ke depan mungkin juga akan ada beberapa organisasi serupa, maka rekomendasi izin praktik dokter tidak lagi dimonopoli oleh satu organisasi. Kami akan mendorong aturan yang ada untuk diperbaiki. Sehingga tidak ada aturan lagi. . Lindungi praktik monopoli dalam izin praktik dokter,” kata Luqman.

Luqman berpandangan jika ada monopoli termasuk organisasi medis, rawan penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang.

“Karena jika monopoli dilakukan oleh manusia, maka akan terekspos penyalahgunaan kekuasaan dan kekuasaan yang hanya menguntungkan segelintir elit,” kata politisi PKB itu.

Perbaikan organisasi medis juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan melindungi masyarakat. Luqman berharap organisasi medis lainnya bisa berkembang.

“Saya berharap ke depan akan lebih banyak lagi organisasi yang terbentuk antara dokter dan tenaga kesehatan lainnya, sebagai wadah bagi mereka untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan melindungi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Persatuan Dokter Indonesia (PDSI) mencanangkan diri sebagai salah satu organisasi profesi kedokteran. Organisasi tersebut mengaku telah menerima Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-003638.AH.01.07.2022 tentang Pengukuhan Pendirian Ikatan Dokter Seluruh Indonesia.

Kepala PDSI Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyanto menjelaskan, visi PDSI adalah menjadi pelopor reformasi kedokteran Indonesia yang menjunjung tinggi kesetaraan, dan berwawasan Indonesia kepada dunia dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, ada tiga misi. Pertama, melindungi dokter dengan bersinergi dengan warga dan pemerintah dengan membentuk organisasi profesi.

Kedua, meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia dan kesejahteraan anggota. Terakhir, mendorong inovasi di bidang kesehatan dengan perspektif Indonesia untuk dunia.

“Oleh karena itu, PDSI berpegang pada cita-cita luhur para pendahulunya di bidang ilmu kedokteran dengan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, kesopanan, dan selalu mengantisipasi kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran,” jelasnya.

Jajang berharap PDSI dapat berkontribusi pada dunia kesehatan dan kedokteran. Ia juga meminta dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat Indonesia yang menjadi tujuan utama dari panggilan profesi ini. [ray]

Source link