Ade Yasin telah mengeluarkan larangan SE menerima hadiah sebelum OTT

Bupati Bogor Ade Yasin telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang larangan menerima uang hadiah ASN, beberapa hari sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap operasi penangkapan (OTT) pada Rabu.

Bupati SE Bogor Nomor 700/547-Inspektorat, mengatur bahwa setiap ASN, pimpinan, dan pegawai BUMD dilarang meminta, memberi, dan menerima gratifikasi terkait jabatan atau kewenangannya terkait hari libur atau pandemi COVID-19.

ASN juga dilarang memanfaatkan pandemi COVID-19 atau meninggalkan peringatan untuk melakukan perbuatan atau perbuatan korupsi.

Baca juga: Pemkab Bogor Pastikan Layanan Berjalan Normal Usai OTT Bupati

Baca juga: Ketua KPK Apresiasi Dukungan Masyarakat Soal OTT Bupati Bogor

“Tindakan tersebut dapat menimbulkan benturan kepentingan, bertentangan dengan aturan atau kode etik, dan memiliki risiko sanksi pidana,” kata Ade Yasin saat itu.

SE tersebut dibuat berdasarkan ketentuan Pasal 12 B dan Pasal 12 C Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bogor, Jawa Barat, Ade Yasin, terkait kasus korupsi.

“Benar, tadi malam hingga Rabu (27/4) pagi KPK melakukan penangkapan di Jawa Barat,” kata Pj Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Selain Bupati Bogor, kata dia, beberapa pihak juga ditahan, antara lain Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat dan pihak terkait lainnya.

Ali mengungkapkan, penangkapan itu dilakukan karena ada dugaan korupsi dalam pemberian dan penerimaan suap.

Source link